Korannusantara.id – Jakarta, 30 Agustus 2025, Desakan keras datang dari sejumlah tokoh Aktivis 98 terkait tragedi demonstrasi yang menewaskan seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, pada 28 Agustus 2025 di Jakarta.
Affan diduga tewas akibat tertabrak mobil taktis milik polisi saat aksi berlangsung. Peristiwa ini memicu gelombang protes di berbagai daerah dan menimbulkan sorotan tajam terhadap kinerja Polri.
Dalam konferensi pers di Tjikko Kaffee, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025), para Aktivis 98 menilai Presiden RI Prabowo Subianto harus bertindak tegas terhadap kepemimpinan Polri saat ini. Mereka menilai institusi kepolisian gagal menempatkan nilai kemanusiaan di atas pendekatan represif.
Empat Desakan Aktivis 98 kepada Presiden dan DPR:
1. Presiden segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, atau keduanya diminta mundur sebagai tanggung jawab moral.
2. Partai politik diminta melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota DPR RI yang dianggap memprovokasi situasi politik dan sosial.
3. DPR harus menindaklanjuti tuntutan publik, termasuk melakukan evaluasi terkait tunjangan dan fasilitas anggota dewan.
4. Presiden segera melakukan reshuffle kabinet, khususnya terhadap Menteri atau Wakil Menteri yang dinilai bermasalah.
Tokoh Aktivis 98 yang hadir antara lain Ubedillah Badrun, Ray Rangkuti, Antonius Danar, Surya Wijaya (Bandung), dan Kusfiardi (Yogyakarta).
Mereka menegaskan bahwa tragedi ini merupakan alarm bahaya bagi bangsa, sekaligus peringatan bahwa agenda reformasi 1998 tidak boleh dikhianati.
“Hentikan segala bentuk arogansi dan tindakan represif aparat kepolisian terhadap rakyat. Reformasi 1998 harus dijalankan secara konsisten,” tegas mereka.
Para aktivis juga menilai bahwa persoalan ini bukan hanya masalah teknis di lapangan, tetapi menunjukkan adanya krisis kepemimpinan di tubuh Polri. Karena itu, mereka mendesak pemerintah bersama DPR segera merespons aspirasi publik agar kepercayaan rakyat terhadap demokrasi tetap terjaga.
( Ruslan P )



