Korannusantara.id, Jakarta – Analis Politik dan Pemerhati Sosial, Nasky Putra Tandjung, memberikan apresiasi tinggi terhadap Kapori, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sogit Prabowo, M.Si beserta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal kelancaran, keamanan dan mensukseskan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia hingga acara karnaval dan panggung rakyat.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami memuji jiwa kepemimpinan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang turun langsung hadir di lokasi meninjau kegiatan dan memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman dan tertib serta berkeliling menyapa warga, berdialog dengan peserta karnaval hingga hadir membersamai warga di panggung rakyat,” ujar Nasky dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).
Founder Nasky Milenial Center, Nasky, menyebut langkah Kapolri Jenderal Sigit itu merupakan simbol keteladanan (role model) kepemimpinan yang nyata dan merakyat. Tidak hanya hadir dalam apel gelar pasukan, tetapi benar-benar turun mengawasi jalannya peringatan di awal acara hingga akhir acara.
“Apa yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo merupakan bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Beliau tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi memilih hadir langsung di lapangan, bersama anggotanya, memastikan rakyat merasakan kenyamanan dan keamanan saat merayakan HUT ke-80 RI. Ini adalah teladan nyata bagi aparat negara dan masyarakat,” tegas Nasky.
Menurut Alumni Indef school of political economy Jakarta Nasky, kehadiran pimpinan Polri di lapangan sekaligus menjadi pesan moral bahwa keselamatan publik adalah prioritas utama. Momentum perayaan kemerdekaan, kata dia, menjadi saat yang tepat untuk menegaskan kembali pentingnya keteraturan, disiplin, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Ketika pimpinan tertinggi Pilri saja mau turun langsung, itu artinya pesan disiplin dan keselamatan betul-betul ditekankan. Publik melihat ini bukan hanya simbol, tetapi langkah konkret bagaimana Polri menempatkan rakyat sebagai pusat pelayanan,” tambahnya.
Selain itu, Nasky juga menyoroti pentingnya konsistensi kinerja Polri di luar momentum seremonial. Ia berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan dalam perayaan kemerdekaan dapat terus berlanjut dalam keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan publik yang humanis.
Konsistensi adalah kunci. Kami berharap Polri dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit, terus menjaga pelayanan publik yang presisi, sehingga masyarakat merasakan kehadiran Polri bukan sebagai kekuasaan, tetapi sebagai pengayom dan pelindung,” pungkasnya.
Lebih jauh, Nasky menilai bahwa peringatan HUT RI ke-80 tidak hanya menjadi pesta kenegaraan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa. Dalam konteks itu, peran Polri sangat strategis, sebab stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas menjadi fondasi agar seluruh rangkaian acara berjalan khidmat.
“Bagi Kami, HUT RI bukan sekadar upacara. Ini adalah refleksi perjalanan bangsa yang penuh pengorbanan. Karena itu, langkah Polri mengawal keamanan dan keteraturan di jalan raya juga bagian dari menjaga marwah kemerdekaan,” jelas Nasky.
Di akhir keterangannya, Nasky mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat pengabdian yang ditunjukkan Kapolri beserta jajaran Polri. Ia menegaskan bahwa hanya dengan kebersamaan dan kedisiplinan, cita-cita kemerdekaan bisa diwujudkan.
“Kapolri beserta jajaranya sudah memberikan contoh. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai warga bangsa ikut menjaga keteraturan dan keselamatan bersama. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk persatuan, disiplin, dan gotong royong,” kata Nasky.
Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung di lokasi untuk meninjau jalannya kegiatan dan memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman dan tertib.
Bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, Kapolri berkeliling menyapa warga, berdialog dengan peserta karnaval, serta menyaksikan penampilan di panggung rakyat yang menjadi daya tarik utama malam itu. Diketaui, Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2025) malam berlangsung semarak. (red)



