Jakarta, Korannusantara.id – Di tengah gemerlap Kota Metropolitan, sebuah tempat makan sederhana hadir membawa nuansa berbeda. Kedai Tempo Doeloe, yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading, berdiri dengan konsep kesederhanaan namun tetap hangat bagi siapa saja yang singgah.
Turut hadir Amih alhumamy mantan deputy bappenas, Zulfikar Arse Sadikin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Komisioner DKPP Muhammad Tio Aliansyah, S.H., M.H. Deni Setiawan direktur di komdigi, dan banyak teman – kalangan dari kalangan aktivis.
Nama kedai dipilih bukan tanpa alasan. Sang pemilik, Bang Epo, terinspirasi dari tempat nongkrong di daerah Sumatra yang akrab disebut kedai. Ia ingin menghadirkan kembali suasana akrab itu di tengah hiruk pikuk Jakarta.
Menariknya, di sekitar lokasi Kedai Tempo Doeloe belum ada warung nasi yang menyasar segmen pekerja mall. Hal inilah yang mendorong pendirian kedai ini, dengan sasaran utama para pekerja Mall Kelapa Gading yang membutuhkan makanan terjangkau dan praktis.
Bang Epo berharap kehadiran Kedai Tempo Doeloe bisa menjadi salah satu UMKM yang terus berkembang sekaligus memberi warna baru dalam dunia kuliner lokal. “Kami ingin menghadirkan makanan dengan harga yang sangat relatif murah dan terjangkau, tanpa mengurangi rasa kekeluargaan,” ujarnya dengan penuh harap.
Menurutnya, kehangatan dan keramahan adalah nilai utama yang ingin ditonjolkan, sehingga setiap pengunjung bukan hanya datang untuk makan, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan seperti di rumah sendiri.
Dengan konsep sederhana yang mengusung cita rasa tempo doeloe, kedai ini menyajikan beragam menu favorit masyarakat zaman dulu yang kini mulai jarang ditemukan. Mulai dari nasi goreng kampung, mie godog, pisang goreng hangat, hingga berbagai minuman tradisional seperti es cendol dan teh tubruk, semuanya dibuat dengan resep warisan keluarga yang sudah turun temurun.

Harga yang ramah di kantong menjadi salah satu keunggulan utama Kedai Tempo Doeloe. Bang Epo menegaskan bahwa pihaknya ingin semua kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga, bisa menikmati hidangan di kedainya tanpa harus khawatir dengan biaya. “Kalau bisa semua orang bisa mampir dan menikmati, kenapa harus mahal?” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan semangat tersebut, kedai ini diharapkan mampu menjadi tempat singgah favorit bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan mempererat rasa kekeluargaan antarwarga.
Bang Epo juga berencana mengadakan acara kecil-kecilan seperti live music akustik dan ngopi bareng sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas anak muda setempat.

Ke depan, ia berharap Kedai Tempo Doeloe bisa terus berinovasi dan berkembang lebih besar tanpa kehilangan ciri khasnya. “Semoga kedai ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain, bahwa usaha kecil juga bisa maju jika dikelola dengan sepenuh hati,” tutupnya.
( Red )



