Korannusantara.id, Maluku — Nama Mustakim Rumasukun, atau yang akrab disapa Bang Mus, belakangan semakin sering diperbincangkan. Sosok muda ini dikenal bukan hanya sebagai aktivis tangguh di KAMMI Wilayah Maluku, tetapi juga sebagai akademisi dan pengusaha yang berhasil membawa nama daerahnya melangkah ke panggung internasional.
Prinsip hidupnya sederhana namun penuh makna: “Ibadah Taat, Aksi Kuat, Prestasi Hebat.” Tiga hal ini menjadi pegangan Bang Mus dalam menjalani setiap peran—baik sebagai pejuang sosial, mahasiswa berprestasi, maupun pelaku usaha.
“Bagi saya, hidup adalah keseimbangan antara beribadah, berjuang, dan berprestasi. Semua itu harus dijalani bersama-sama, bukan dipisahkan,” ungkapnya kepada Redaksi, Selasa, (12/8).
Lulus dengan gelar Magister Ilmu Kelautan dari kerja sama Universitas Pattimura dan Korea, Bang Mus membuktikan bahwa pemuda Maluku mampu bersaing di tingkat global.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak Maluku tidak kalah bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” tegasnya.
Di sela aktivitas organisasinya, Bang Mus merintis usaha kuliner khas Maluku, abon geser. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar bisnis. Namun, bagi Bang Mus, ini adalah misi budaya. Melalui program Korea-Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA), ia akan membawa abon geser ke Korea Selatan—bukan hanya untuk memperkenalkan cita rasa Maluku, tetapi juga untuk menunjukkan potensi besar daerahnya kepada dunia.
“Abon geser ini bukan sekadar makanan, tapi simbol identitas. Saat orang Korea mencicipinya, mereka juga mencicipi cerita dan budaya Maluku,” jelasnya.
Ketekunan dan keberaniannya membuat banyak orang terinspirasi. Bagi Bang Mus, mimpi besar bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan tantangan yang harus dihadapi.
“Kalau kita mau sukses, jangan takut bermimpi besar. Justru mimpi besar yang akan memaksa kita untuk bekerja lebih keras dan belajar lebih banyak,” pungkasnya.
Dengan kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah, Bang Mus percaya setiap anak muda Maluku bisa menjadi agen perubahan yang membawa kebanggaan bagi daerahnya.



