• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Politik

Dipenjara Karena Hina Jokowi, Kini Terima Amnesti Ongen Sebut Prabowo Bapak Demokrasi Indonesia

Putra by Putra
4 Agustus 2025
in Politik, Nasional
0
Dipenjara Karena Hina Jokowi, Kini Terima Amnesti Ongen Sebut Prabowo Bapak Demokrasi Indonesia

Ket. Presiden RI, Prabowo. (Foto: Istimewa)

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pengampunan berupa abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong dan amnesti kepada 1.178 narapidana termasuk Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Selain Hasto, dari 1.178 terpidana yang mendapat amnesti dari Prabowo salah satunya juga adalah Yulianus Paonganan atau Ongen yang terjerat dalam kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait penghinaan terhadap Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sebuah wawancara hangat dengan awak media di sebuah cafe kawasan Jakarta Selatan, Ongen membuat pernyataan mengejutkan namun penuh makna.

Menurut Ongen dengan pandangan mendalam tentang sosok Presiden Prabowo Subianto, dinilainya pantas menyandang gelar ‘Bapak Demokrasi Indonesia’.

“Menurut saya, Prabowo layak disebut Bapak Demokrasi. Bayangkan saja, beliau adalah jenderal jebolan Orde Baru, bahkan menantu dari Presiden Soeharto. Tapi dalam perjalanan politiknya, beliau menunjukkan dedikasi luar biasa pada prinsip-prinsip demokrasi,” ujar Ongen kepada wartawan, dikutip Senin (4/8/2025).

Ongen mengatakan, usai pengasingan politik Prabowo di Jordania pasca reformasi, Prabowo tidak memilih jalan pintas atau kekuasaan yang instan.

Menurutnya, Prabowo justru membangun kekuatan politik dari bawah. Yakni dengan mendirikan partai baru, Partai Gerindra.

Bahkan katanya, Prabowo mencalonkan diri dalam beberapa kali pemilu presiden. Dan meski sempat mengalami kekalahan, Prabowo selalu menerima hasil demokratis tersebut dengan sikap kenegarawanan. Yang, dinilai Ogen sangat langka di panggung politik nasional.

“Beliau tidak pernah menggunakan cara-cara anarkis atau inkonstitusional. Justru beliau menerima kekalahan dengan jiwa besar, dengan elegan. Itu menunjukkan kematangan dan komitmennya terhadap demokrasi yang sesungguhnya,” kata Ongen.

Kini, kata Ongen, ketika Prabowo resmi memimpin Indonesia sebagai Presiden, publik menyaksikan langsung bagaimana gaya kepemimpinannya.

Di mana menurut Ongen tak hanya kuat dan tegas, tapi juga penuh kasih dan merangkul.

Di tengah berbagai tantangan bangsa, ia menjunjung tinggi prinsip persatuan nasional, sebuah fondasi penting untuk menjaga keutuhan negara.

Langkah monumental Prabowo dalam memberikan amnesti dan abolisi kepada lebih dari seribu narapidana politik dan hukum menjadi bukti nyata sikap kenegarawanan yang tinggi.

Terutama saat ia mengabulkan amnesti untuk Hasto Kristiyanto dan abolisi bagi Thomas Lembong, dua figur yang sebelumnya berseberangan secara politik.

“Ini bukan hanya langkah hukum, ini adalah sejarah baru dalam wajah demokrasi kita. Meski masih ada saja yang nyinyir, rakyat yang jernih akan tahu bahwa ini bukti seorang pemimpin yang memikirkan rekonsiliasi, bukan rivalitas,” ujar Ongen.

Ia juga menambahkan, setiap pemimpin tentu memiliki kekurangan. Namun, menilai seorang pemimpin harus dilakukan secara komprehensif dan holistik.

“Dari semua sisi itu, saya melihat Prabowo adalah pemimpin masa depan sekaligus penjaga warisan demokrasi masa kini,” tegasnya.

Sebagai sosok yang lama berada di bawah asuhan idiologis Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Ongen menilai bahwa garis demokrasi yang ditegakkan oleh SBY kini diteruskan oleh Prabowo dengan cara yang bahkan lebih berani dan menjangkau.

“Saya mendukung Prabowo sejak awal karena melihat komitmen ideologisnya. Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana dia menjaga mimpi besar bangsa ini untuk tetap demokratis, damai, dan bersatu. Beliau adalah simbol dari semangat rekonsiliasi nasional,” pungkasnya. (red)

 

224
Tags: AmnestiBapak DemokrasiJokowiOngenPrabowo
Previous Post

Presiden Prabowo Minta Penegakan Hukum Tindak Tegas Pelaku Pembakar Hutan dan Lahan

Next Post

Empat Tahun Menanti Keadilan, Huzaini Kembali Datangi Polda Jatim: “Presiden Prabowo, Tolong Dengar Jeritan Saya!”

Putra

Putra

Next Post
Empat Tahun Menanti Keadilan, Huzaini Kembali Datangi Polda Jatim: “Presiden Prabowo, Tolong Dengar Jeritan Saya!”

Empat Tahun Menanti Keadilan, Huzaini Kembali Datangi Polda Jatim: "Presiden Prabowo, Tolong Dengar Jeritan Saya!"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.