Korannusantara.id – Kobakma, 28 Juli 2025, Dalam upaya menindaklanjuti temuan kasus malaria impor di wilayah Distrik Kobakma, Puskesmas Kobakma melaksanakan kegiatan Mass Blood Survey (MBS) atau survei darah massal yang difokuskan kepada personel Satgas Yonif 521/DY di Pos Satgas Kobakma.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penularan malaria, khususnya di kalangan prajurit TNI yang bertugas di daerah endemis.
Kepala Puskesmas Kobakma, dr. Christofer Nicolas Kawet, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif yang strategis demi menjamin personel TNI tetap sehat dan tidak menjadi bagian dari rantai penularan penyakit.
“Kami memprioritaskan pemeriksaan terhadap personel TNI karena mereka berada di garis depan, berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Upaya ini penting untuk menjaga kesiapan fisik mereka selama menjalankan tugas operasi,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Pos Satgas Yonif 521/DY, Letda Inf Jarot Santoso, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas pihak Puskesmas.
“Kami menyadari bahwa kesehatan prajurit sangat memengaruhi efektivitas pelaksanaan tugas pokok Satgas. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara sektor kesehatan dan militer,” ujarnya.
Komandan Satgas Pamtas Kewilayahan RI–PNG Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan dan institusi militer dalam menjaga kesehatan personel dan mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah rawan seperti Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah.
“Sinergi semacam ini menjadi elemen penting dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat di wilayah penugasan,” tutupnya.
“70 Tahun Ksatria Tangguh, Responsif, dan Berintegritas”
Yonif 521/DY
( Red )



