• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Ketum HMI Badko Kaltim-Kaltara Desak Bupati Kutim Copot Kabid Bappeda: “Jangan Sampai Masyarakat Jadi Korban Kepentingan!”

Redaksi by Redaksi
25 Juli 2025
in Daerah
0
HUT Bhayangkara ke-79, HMI Kaltim-Kaltara Soroti Tindakan Represif Aparat: Harus Jadi Momentum Evaluasi

Ket : Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Ashan Putra Pradana,

0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – KUTAI TIMUR, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ashan Putra Pradana, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur.

Pada media korannusantara.id Ia menyampaikan secara tegas meminta Bupati Kutim untuk segera mencopot Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan (Kabid P2EP), berinisial M.

Ashan menilai, hingga melewati pertengahan tahun 2025, laju pembangunan di Kutim berjalan sangat lambat dan tidak menunjukkan progres signifikan. Ia menduga kuat permasalahan tersebut bersumber dari Bappeda yang dianggap “mengutak-atik angka” demi kepentingan tertentu.

“Kami mendesak Bupati agar segera mencopot dan mengganti Kabid P2EP. Kalau tidak ada tindakan, kami akan lihat, ada kepentingan siapa yang sebenarnya diakomodir oleh oknum tersebut,” tegas Ashan dalam pernyataannya, Rabu (16/7/2025).

Menurut Ashan, kondisi lambannya pembangunan telah berdampak langsung terhadap stagnasi ekonomi di masyarakat. Ia menuding adanya indikasi permainan angka dan pemufakatan yang mencederai kepercayaan publik.

“Yang kita tahu, pembangunan tidak berjalan maksimal. Perputaran ekonomi melambat, dan masyarakat Kutai Timur yang jadi korban. Apakah karena ada bekingan? Atau justru ada kepentingan penguasa yang membuat bupati enggan bertindak?” kritiknya tajam.

Ia juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim untuk mengambil langkah tegas sebagai atasan langsung Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tidak membiarkan oknum pejabat bermasalah bertahan di posisinya.

Karna melalui konfirmasi via telpon kepada Kepala Bappeda kutim Noviara Noor kata Beliau tindakan Kabid nya tersebut untuk memasukkan program Bupati yang belum dimasukkan, sementara kita tau Bupati yang saat ini menjabat bupati 2 periode, bukan bupati baru, jangan sampai ini hanya menjadi alasan pihak atau oknum yang memiliki kepentingan atau hutang janji yang harus dibayarkan melalui anggaran ABPD kutim. Tambahnya

Dan cukup jelas kami sudah mengkonfirmasi ke salah satu OPD program atau kegiatan di 0 kan oleh pihak Bappeda inisial M dan meninta agar program yang sudah ada minta dihapuskan.

“Sekda sebagai pembina kepegawaian harus bertindak tegas. Kami minta dicopot insial M. Dan Bupati sebagai kepala daerah wajib menyetujui itu demi kepentingan rakyat, apakah ini juga ada indikasi KKN hingga bupati enggan untuk memberikan peryataan akan problem itu.” ujarnya.

Ashan menambahkan, jika tidak ada tindakan konkret dari pemerintah daerah, pihaknya bersama Forum Rakyat Kutai Timur (FRK) akan menggelar aksi turun ke jalan untuk mengungkap berbagai dugaan kepentingan tersembunyi di balik lemahnya kinerja Bappeda.

“Jangan sampai ini semua karena ada titipan dari salah satu oknum anggota DPRD. Kami minta wakil rakyat lainnya di DPRD Kutim ikut memeriksa pokir-pokir dan angka-angka yang dimanipulasi oleh kelompok tertentu,” tambahnya.

Ashan menegaskan bahwa HMI dan FRK siap mengambil langkah lebih jauh jika situasi ini terus diabaikan. Ia menutup pernyataannya dengan ultimatum.

“Kami akan cari tahu kepentingan siapa yang bermain di balik Bappeda Kutim. Kutai Timur bukan ladang permainan kekuasaan. Ini soal hak rakyat!”
Tolong kepada kepala daerah kutim ketegasan nya, jangan sampai kami menganggap hanya Boneka atau sembunyi dibalik kisruh nya masalah yang ada dikutim.

Mohon kepada APH kaltim khususnya kutim bisa melihat apa yang dilakukan inisial M ini, seolah dia kebal hukum dan merasa ada backup kuat dibelakang nya, kami coba mencari tau siapa backup dibelakang inisial M, walaupun sudah dapat informasi bukan dari Kaltim, dan mencoba berkordinasi dengan pihak kejati Kaltim apakah tindakan inisial M ini di Benarkan dengan memperlambat program yang sudah ada mau dialihkan dengan alasan program bupati kata Inisial Pak N selaku Kepala Badan Bappeda. Tutup nya

539
Tags: AshanAshan Putra PradanaBupati KutimHMIHMI Badko Kaltim-kaltaraKabid BappedaKabid P2EP
Previous Post

Hakim Sebut Hasto Tak Terbukti Rintangi Penyidikan KPK soal HM

Next Post

Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Dagang RI-AS

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Dagang RI-AS

Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Dagang RI-AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.