Korannusantara.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengungkapkan bahwa PKB mengundang Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan seluruh pejabat pemerintahan di Puncak Harlah ke-27 PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
“Kita undang semua tokoh, pimpinan partai, Pak Presiden, Wapres, pejabat pemerintahan, menteri-menteri, semua pada hadir,” kata Cak Imin dalam agenda Bimbingan Teknis Fraksi PKB Seluruh Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025) malam.
Cak Imin juga akan mengundang Anies Baswedan, mantan pasangannya di Pilpres 2024. Saat itu, Anies Baswedan menjadi capres dan Cak Imin menjadi cawapres.
“Semua tokoh kita undang,” ujarnya.
Selain mengundang anggota DPRD Fraksi PKB dari seluruh Indonesia, PKB juga menghadirkan sejumlah anak muda untuk mempresentasikan sejumlah prestasi mereka. Salah satu yang dihadirkan adalah Agam Rinjani, yang menjadi terkenal setelah berupaya menyelamatkan pendaki asal Brasil namun meninggal dunia di dalam kawah Rinjani.
“Agam ini adalah aktivis gunung dari Rinjani, yang menolong banyak pendaki dan 70 persen dari mereka adalah bule asing,” kata dia.
Pria yang kini menjadi Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini berjanji akan menjadikan anak-anak muda yang hadir dalam Bimtek tersebut sebagai pembelajaran untuk pembentukan kebijakan.
Selain mengundang anggota DPRD Fraksi PKB dari seluruh Indonesia, PKB juga menghadirkan sejumlah anak muda untuk mempresentasikan sejumlah prestasi mereka. Salah satu yang dihadirkan adalah Agam Rinjani, yang menjadi terkenal setelah berupaya menyelamatkan pendaki asal Brasil namun meninggal dunia di dalam kawah Rinjani.
“Agam ini adalah aktivis gunung dari Rinjani, yang menolong banyak pendaki dan 70 persen dari mereka adalah bule asing,” kata dia.
Pria yang kini menjadi Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini berjanji akan menjadikan anak-anak muda yang hadir dalam Bimtek tersebut sebagai pembelajaran untuk pembentukan kebijakan.
“Peran-peran yang akan kita evaluasi dari peran-peran yang lalu sehingga forum ini menjadi forum evaluasi, sekaligus memperbaiki kekurangan-kekurangan legislator, eksekutif, maupun sebagai pemimpin partai,” kata dia. (red)



