korannusantara.id – Medan, Hingga hari ini, Wakil Wali Kota Medan H.Zakiyudin Harahap belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan adanya oknum berinisial DL yang disebut-sebut menjual nama dirinya demi mendapatkan “jatah” proyek hingga 70 persen di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Medan.
Isu tersebut mencuat dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) beberapa waktu lalu. Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Kota Medan untuk menindaklanjuti dugaan praktik kotor tersebut.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, menyatakan akan meneruskan seluruh tuntutan massa, termasuk terkait inisial DL, kepada pimpinan daerah.
“Terkait inisial DL, akan kami sampaikan langsung kepada Bapak Wakil Wali Kota,” ujar Sofyan di hadapan massa JMI.
Sebagai tindak lanjut, tim korannusantara.id kembali mencoba konfirmasi klarifikasi kepada Wakil Wali Kota Medan, Senin (7/7/2025), setelah sebelumnya secara resmi melayangkan surat permohonan audiensi dan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Kota Medan.
Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan. Pihak protokoler hanya memberikan balasan singkat melalui pesan WhatsApp:
“Izin bapak/ibu mohon maaf belum ada arahan bapak wakil wali kota untuk audiensi, dikarenakan bapak wakil wali kota sedang banyak kegiatan di luar. Nanti kalau sudah ada arahan bapak wakil wali kota untuk audiensi pasti saya sampaikan. Terima kasih.”
Publik kini menunggu sikap tegas dan keterbukaan dari Wakil Wali Kota Medan untuk mengklarifikasi tuduhan yang menyeret namanya.
Apalagi isu ini menyangkut integritas pemerintahan dan tata kelola proyek publik yang bersih dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
(Ruslan P)



