Korannusantara.id – Pekanbaru, Suara mahasiswa kembali menggema di ruang publik. Dalam semangat menjaga kelestarian lingkungan, mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar kegiatan bertajuk “Aksi Peduli Tesso Nilo”, Minggu pagi (6/7) di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unilak, BEM Fakultas Kehutanan dan Sains, BEM Fakultas Ilmu Budaya, serta Studio Sagara. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang semakin terancam akibat alih fungsi lahan dan perambahan liar.
Kegiatan dimulai dengan orasi dari Gubernur BEM Fakultas Ilmu Budaya, Siti Amelia Santika, yang menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi TNTN.
“Kita tidak bisa diam melihat kawasan Tesso Nilo terus mengalami tekanan alih fungsi lahan bahkan perambahan liar yang kian masif,” tegasnya.
Aksi dilanjutkan dengan pertunjukan monolog teater dari Studio Sagara yang dibawakan oleh Elsa Dwiyanti dan Muhammad Dayat. Pementasan mereka sukses menarik empati dan menggugah hati para pengunjung CFD.
“Lewat monolog ini, kami ingin menggugah hati masyarakat agar peduli dan tak lagi membiarkan hutan-hutan kita hilang begitu saja,” ungkap keduanya.
Selanjutnya, Gubernur BEM Fakultas Kehutanan dan Sains, Desman Anugra Natal Hulu, menyampaikan data dan fakta mengenai krisis lingkungan di kawasan Tesso Nilo.
“Kita tidak bisa menutup mata, data dan fakta menunjukkan betapa kritisnya kondisi kawasan Tesso Nilo saat ini,” ujarnya dalam pemaparannya.
Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung yang berhenti dan menyimak jalannya kegiatan, bahkan turut membubuhkan tanda tangan pada papan dukungan sebagai bentuk solidaritas untuk pelestarian Tesso Nilo.
Sebagai penutup acara, digelar talk show lingkungan bersama perwakilan DLHK Kota Pekanbaru, Nadya Hermantika Sari, ST., M.Si. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.
“Setiap langkah kecil kita untuk menjaga lingkungan adalah bagian penting dalam upaya pelestarian hutan dan alam kita,” pesannya.
Ketua DPM Unilak, Muhammad Anwar, menyatakan bahwa aksi ini diharapkan menjadi pengingat bagi publik akan pentingnya pelestarian kawasan konservasi, khususnya di Riau.
Dengan adanya aksi ini, mahasiswa Unilak berharap pesan pelestarian hutan bisa terus digaungkan, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap kawasan konservasi di Riau,” tuturnya.
Aksi ini menandai komitmen mahasiswa Unilak untuk terus menjadi garda depan dalam menyuarakan isu-isu lingkungan yang krusial bagi masa depan bumi. Tutup Muhammad Anwar



