Korannusantara.id – Kuala Lumpur, Dalam semangat memperkuat hubungan dua negara serumpun, Sekretariat Perkumpulan Malaysia-Indonesia (MALINDO) resmi disepakati dalam pertemuan di Jln Maktab, Lapang Tembak, Datuk Keramat, Kuala Lumpur. Inisiatif penting ini diprakarsai oleh Ketua Umum Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (FABEM), Zainuddin Arsyad, S.Ip. (16/6)
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari dua negara ini menandai babak baru kerja sama strategis lintas negara, khususnya dalam bidang budaya, diplomasi, ekonomi, hingga dakwah. MALINDO diharapkan menjadi platform sinergi antara masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat identitas sebagai bangsa serumpun.
Kesamaan dan Hubungan Erat Indonesia-Malaysia
Zainuddin menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan seperti bahasa, budaya, sejarah, agama, hingga letak geografis yang berdampingan. Hal ini menciptakan perasaan senasib sepenanggungan yang menjadi dasar kuat terbentuknya MALINDO.
“Dua bangsa ini punya ikatan batin dan nilai sejarah yang tak terpisahkan. Ini bukan hanya tentang hubungan diplomatik, tapi tentang persaudaraan,” ujarnya.
Tujuan dan Peran Strategis MALINDO
MALINDO dibentuk untuk menjadi jembatan antara dua warga negara, mendukung pemerintahan (Kerajaan) kedua negara dalam mempererat hubungan bilateral, baik dari sisi diplomasi, sosial, budaya, hingga syiar agama.
Visi dari MALINDO adalah menjadi platform strategis lintas sektor yang menyatukan nilai-nilai keagamaan, sosial, ekonomi, budaya, dan politik demi kemaslahatan dua bangsa serumpun.
Sementara misinya mencakup:
Mendukung penguatan hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia.
Mendorong kemitraan ekonomi dan perdagangan warga dua negara.
Mengembangkan kerja sama budaya melalui film, literasi sejarah, dan kegiatan internasional.
Mencegah ketegangan politik antarnegara.
Meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan melalui dakwah.
Menjawab Tantangan Hubungan Bilateral
Forum ini juga menyadari sejumlah tantangan dalam hubungan Indonesia-Malaysia seperti isu tenaga kerja, perdagangan manusia, klaim budaya, dan konflik di media sosial. MALINDO hadir sebagai ruang dialog dan solusi konkret yang menyatukan kepentingan bersama.
Didukung Tokoh-Tokoh Ternama
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari Indonesia dan Malaysia, antara lain:
Dr (C) Tan Taufiq Lubis, Vice President Pemuda OKI se-Dunia & Wakil Rektor Universitas Jakarta
Prof Mokmin Basri, Pimpinan Universitas Islam Selangor
Prof KH Arief, Pimpinan Sekolah Ilmu Tarbiyah Jakarta
Haji Mohd Zahir Bin Yusuf, Pimpinan Pesantren Tahfidz Attaqwa KL
Siti Fatimah, S.H, Ketua Umum Waktu Indonesia Bergerak
Langkah Awal, Menuju Gerakan Global
Zainuddin Arsyad menegaskan bahwa ini merupakan pertemuan awal dan selanjutnya akan digalang partisipasi dari berbagai kalangan, baik di Malaysia maupun Indonesia.
“Kami ingin ini menjadi gerakan lintas profesi, lintas generasi, dan lintas batas. Sebab masa depan dua bangsa ini harus dipersatukan, bukan dipertentangkan,” tegasnya.
Dengan berdirinya Sekretariat MALINDO, diharapkan hubungan dua negara serumpun bisa semakin erat dan membawa manfaat luas bagi masyarakat di kedua negara.



