Korannusantara.id – Kota Bekasi
Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Kota Bekasi mulai meningkat. Para peternak dan penjual hewan kurban memanfaatkan momentum tahunan ini untuk menjajakan dagangannya ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Namun, momen ini juga membawa kekhawatiran terkait potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.
Junaedi (38), warga Kota Bekasi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan hewan kurban. Ia mengaku waswas mengonsumsi daging dari hewan yang terinfeksi PMK, karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
“Saya agak takut kalau hewan kurban terjangkit PMK. Takutnya jadi sumber penyakit. Saya berharap pemerintah dan DPRD bisa benar-benar memantau kondisi hewan-hewan yang dijual,” ujarnya kepada awak media.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Komisi II, Ir. Chairun Nisa, M.M. melalui sambungan via telpon (2/6) menyampaikan bahwa pihaknya telah mengingatkan pemerintah kota untuk melakukan persiapan pengawasan hewan kurban sejak jauh hari. Pada 5 Mei 2025 lalu, Komisi II telah menyampaikan hal ini dalam rapat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, untuk mengantisipasi penyebaran PMK menjelang Idul Adha.
Dalam rapat tersebut, DKPPP menyampaikan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan membentuk tim kesehatan yang berjumlah 60 orang. Tim ini ditugaskan untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa kesehatan hewan kurban di berbagai lapak penjualan.
“Pemeriksaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Chairun Nisa. Ia juga mengapresiasi langkah cepat dinas dalam menjalankan prinsip good governance, termasuk dengan menyediakan hotline di media sosial agar masyarakat dapat melaporkan temuan hewan yang dicurigai terjangkit PMK.
Lebih lanjut, Chairun Nisa mengimbau masyarakat untuk menyembelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi yang terjamin kebersihan dan kelayakannya. Menurutnya, koordinasi antara warga, kelurahan, dan kecamatan sangat penting agar pelaksanaan kurban berjalan sesuai dengan standar kesehatan dan keagamaan.
Chairun Nisa mengingatkan kembali agar pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menjaga kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan ketat dan edukasi kepada masyarakat luas. “Kami ingin Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan dapat terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Kota Bekasi. Ucapnya.
Sebagai wakil rakyat Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kota Bekasi dapat merayakan Idul Adha dengan aman, nyaman, dan bahagia dan Idul Adha tahun ini lebih baik dan lebih tertib dari tahun sebelumnya, baik dari sisi pengawasan hewan maupun proses penyembelihannya,” pungkasnya.(Adv)



