Korannusantara.id–Bekasi, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Yanto, menyoroti pelaksanaan Bekasi Pasti Kerja Expo 2025 yang digelar di Kampus President University, Cikarang. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.
“Expo ini harus menjadi program unggulan, bukan hanya seremoni. Dinas Ketenagakerjaan harus menjalankan penyaluran tenaga kerja berdasarkan basis data angkatan kerja. Jangan hanya mengandalkan acara besar tanpa tindak lanjut yang konkret,” tegas Budi Yanto.
Ia juga mendorong Dinas Ketenagakerjaan untuk memperkuat sistem pemetaan pencari kerja dan kebutuhan industri agar penyaluran tenaga kerja lebih tepat sasaran dan terukur. Hal ini dinilai penting agar anggaran yang digunakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah Setyowati, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap expo kali ini sangat tinggi. Tercatat lebih dari 25.000 pengunjung hadir, jauh melampaui target awal sebanyak 10.000 orang.
“Banyak pengunjung datang bahkan sebelum pembukaan resmi pukul 09.00 WIB. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja masih sangat tinggi,” ujarnya.
Nur Hidayah menambahkan, seluruh perusahaan peserta expo saat ini memang sedang membuka lowongan kerja secara aktif. Evaluasi pun akan dilakukan untuk memperbaiki sistem pelaksanaan di masa mendatang agar lebih tertib dan efisien.
Bekasi Pasti Kerja Expo 2025 diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi pengangguran dan mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik di Kabupaten Bekasi.



