• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Kearifan Lokal Betawi Terjaga, Tradisi Lebaran Antar Kampung di Cengkareng Berlangsung Meriah

W D by W D
22 Maret 2026
in Nasional
0
Kearifan Lokal Betawi Terjaga, Tradisi Lebaran Antar Kampung di Cengkareng Berlangsung Meriah
0
SHARES
100
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Tradisi Lebaran antar kampung khas masyarakat Betawi masih terus terjaga di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias mengikuti kegiatan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran tokoh Betawi sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Datuk Mualim Ahlul Adat Dr. Ing. H. Fauzi Bowo.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengunjungi tokoh masyarakat setempat, H. Jamhari dan K.H. Mahfudz Asirun.

Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke menegaskan pentingnya menjaga tradisi Lebaran antar kampung sebagai bagian dari warisan budaya Betawi.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antar warga yang dilakukan selama beberapa hari setelah Idulfitri.

“Tradisi ini harus terus dijaga agar tetap lestari. Selama tujuh hari setelah Lebaran, warga saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan menikmati hidangan khas Lebaran. Ini menjadi bukti bahwa budaya Betawi masih hidup dan terpelihara hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, K.H. Mahfudz Asirun menjelaskan bahwa tradisi Lebaran antar kampung telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak dirinya masih kecil.

Ia mengisahkan, pada masa lalu wilayah Duri Kosambi masih berupa kawasan persawahan dan kebun dengan permukiman yang berjauhan.

Menurutnya, kebiasaan saling berkunjung saat Lebaran seringkali membuat warga bertemu di tengah perjalanan.

Dari kondisi tersebut, kemudian disepakati adanya pembagian jadwal kunjungan agar warga dapat saling bertemu di rumah masing-masing.

Ketua Dewan Kota Jakarta Barat, Fachry, menyambut baik kehadiran Fauzi Bowo dan menegaskan bahwa tradisi ini memiliki aturan yang telah dijalankan secara turun-temurun.

“Setiap kampung memiliki jadwal tersendiri, baik sebagai tuan rumah maupun sebagai tamu. Warga harus mengikuti jadwal tersebut agar silaturahmi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada saat menjadi tuan rumah, warga akan bersiap di rumah untuk menerima kunjungan. Sebaliknya, ketika jadwal berkunjung tiba, warga akan mendatangi kampung lain, bahkan hingga malam hari.

Pelaksanaan tradisi ini dimulai pada hari pertama Idulfitri yang biasanya difokuskan untuk berkumpul bersama keluarga inti.

Selanjutnya, pada hari kedua hingga hari keenam, warga melakukan kunjungan antar kampung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pada hari kedua, kunjungan dilakukan ke Kampung Tanah Koja dan Al Itqon. Hari ketiga ke Kampung Pondok Sambi dan sekitarnya.

Hari keempat mencakup wilayah Kosambi Sebrang, Gunung, Sigan, Pondok Randu, hingga Bojong dan Kembangan. Hari kelima meliputi kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, dan Kapuk. Sementara hari keenam mencakup wilayah Semanan, Pulo, Kresek, Cantiga, Gondrong, Pondok Bahar, hingga Cipondoh, Tangerang.

Adapun pada hari ketujuh, warga biasanya melanjutkan silaturahmi ke kerabat yang belum sempat dikunjungi atau yang berada di luar wilayah, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga daerah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor.

Tradisi Lebaran antar kampung ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Betawi yang terus dipertahankan sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. (Red)

201
Previous Post

Gema Takbir Menghangatkan Labusel, Bupati Fery Sahputra Pimpin Malam Takbir Keliling

Next Post

Polri Prediksi Puncak Arus Balik 24 dan 28-29 Maret 2026

W D

W D

Next Post
Polri Prediksi Puncak Arus Balik 24 dan 28-29 Maret 2026

Polri Prediksi Puncak Arus Balik 24 dan 28-29 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.