Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya atas gerak cepat institusi kepolisian negara republik Indonesia atau Polri dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya dalam mengungkap para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum itu menilai, langkah cepat yang dilakukan Polri di bawah komando langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
“Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society) Kami mengapresiasi langkah cepat Polri dalam mengungkap pelaku. Ini menjadi bukti bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan warga negara,” ujar Nasky dalam keterangannya, pada Kamis (19/3/2026).
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu juga menegaskan pentingnya proses penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berkeadilan dalam penanganan kasus ini. Ia meminta agar semua proses dilakukan secara terbuka serta pelaku diberikan sanksi hukum yang tegas tanpa pandang bulu.
“Kami meminta agar kasus ini dibuka secara terang benderang kepada publik, serta pelaku dihukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa adanya intervensi,” tegasnya.
Nasky yang juga Penulis buku Polri Presisi mendorong aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri motif serta kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
“Penting untuk mengungkap motif dan siapa pun yang berada di belakang aksi ini. Jika ada aktor intelektual, harus diusut hingga tuntas agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari,” katanya.
Nasky juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta mengawal proses penegakan hukum agar berjalan secara adil, profesional, dan transparan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan proses ini kepada aparat penegak hukum, sembari tetap mengawasi agar berjalan sesuai prinsip keadilan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengumumkan dua pelaku yang menjadi eksekutor penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus berinisal BHC dan MAK. Namun, Polisi menduga total pelaku yang terlibat dalam aksi penyiraman ini lebih dari empat orang.
“Saat ini kami menduga dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari satu Data Polri ini satu inisial BHC, dua inisial MAK. Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (red)



