Korannusantara.id, Ternate, 15 Maret 2026 – Setelah sempat fakum selama beberapa tahun, Ikatan Basudara Maluku (IBM) di Maluku Utara kembali diaktifkan sebagai wadah pemersatu serta pusat konsolidasi masyarakat Maluku yang berada di wilayah tersebut.
IBM sebelumnya dipimpin oleh almarhum Djamaluddin Ely dan Hi. Abdurrahman Marasabessy. Sejak wafatnya kedua tokoh tersebut, aktivitas organisasi ini sempat tidak terdengar lagi. Namun kini, melalui serangkaian diskusi yang melibatkan berbagai tokoh pemuda maupun para sesepuh masyarakat Maluku di Maluku Utara, organisasi tersebut kembali dihidupkan.
Saat ini, untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, IBM dikoordinasikan oleh Sekretaris Umum Abu Zubair Latupono, S.IP., M.M., bersama Ali Lating, S.IP., M.A.. Keduanya mulai melakukan pembenahan organisasi, termasuk membentuk panitia pelantikan pengurus baru serta melakukan koordinasi dengan berbagai tokoh penting di Maluku Utara.
Abu Zubair, yang akrab disapa Abang Abu, menjelaskan bahwa sebelum pelantikan pengurus baru untuk masa bakti lima tahun ke depan, pihaknya merasa perlu meminta nasihat dan pandangan dari berbagai tokoh, terutama para Sultan di Maluku Utara.
“Selain para Sultan, kami juga akan bersilaturahmi dengan Gubernur Maluku Utara, Kapolda, Danrem 152/Baabullah, serta para pemimpin agama baik Muslim maupun non-Muslim. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan masyarakat Maluku di Maluku Utara tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan di berbagai bidang,” ujar perwira Polda Maluku Utara tersebut.
Sejauh ini, pengurus dan panitia IBM telah melakukan silaturahmi dengan sejumlah kesultanan di Maluku Utara, di antaranya Kesultanan Jailolo, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, dan Kesultanan Ternate.
Sultan Tidore, Hi. Husain Alting Sjah, menyampaikan dukungan dan harapannya agar IBM tidak memandang diri sebagai pendatang di negeri ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat Maluku merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari empat kesultanan di Maluku Utara secara kultural.
Hal senada juga disampaikan Sultan Jailolo Ahmad Sjah, yang berharap IBM dapat menjadi wadah pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat di Maluku Utara. Dukungan serta pesan persaudaraan juga disampaikan oleh perangkat adat dari Kesultanan Bacan dan Kesultanan Ternate.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan Pengurus IBM se-Maluku Utara Ali Lating, atau yang akrab disapa Abang Ali, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keempat kesultanan tersebut.
“Mewakili panitia pelantikan IBM di Maluku Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada empat kesultanan yang telah meluangkan waktu menerima kehadiran pengurus dan panitia. Keramahan, keterbukaan, serta dialog yang penuh kesantunan dalam balutan persaudaraan memberikan banyak inspirasi bagi keluarga besar Maluku di Maluku Utara,” ujarnya.
Menurutnya, ruang dialog tersebut melahirkan berbagai gagasan segar dan produktif, sekaligus memperkuat silaturahmi antara keluarga besar Maluku dengan masyarakat Maluku Utara. Hal ini juga diharapkan dapat melahirkan gerakan literasi, pelestarian sejarah, serta kontribusi nyata bagi kemaslahatan bersama.
Para Sultan pun bersedia menjadi penasehat bagi IBM Maluku Utara.
Saat ini, kepengurusan IBM di hampir seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara telah terbentuk dan hanya menunggu kepastian jadwal pelantikan dalam waktu dekat.
Panitia juga masih menunggu konfirmasi jadwal silaturahmi dengan Gubernur Maluku Utara, Kapolda Maluku Utara, dan Danrem 152/Baabullah, serta para tokoh agama seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mufti Moloku Kie Raha, dan para pemimpin gereja.
“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa merahmati dan memberkahi kita semua, terlebih di bulan suci Ramadan ini,” tutup Ali Lating yang juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).
Penulis : Ridwan.S



