Korannusantara.id, KOTA BEKASI – Proses revitalisasi Pasar Kranji Baru di Kota Bekasi terus berlangsung. Pengelola proyek melalui PT Annisa Bintang Blitar mengeluarkan surat pemberitahuan terkait pelaksanaan pekerjaan pengecoran kolom atau tiang bangunan di kawasan pasar tersebut.
Dalam surat bernomor 139/PT.ABB/OPS/III/2026 tertanggal 7 Maret 2026, disebutkan bahwa pekerjaan pengecoran dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 dan Senin, 9 Maret 2026 mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pekerjaan ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan konstruksi pasar yang sedang direvitalisasi.
Lokasi pekerjaan berada di ruas Jalan Raya Patriot–Pemuda, tepatnya di area Pasar Kranji Baru serta akses bagian utara kawasan pasar. Dalam proses tersebut digunakan sejumlah kendaraan proyek seperti truk concrete pump dan truk mixer (molen) untuk mendukung kegiatan pengecoran.
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, pengelola proyek mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk sementara mengosongkan area sekitar proyek, khususnya di sepanjang Jalan Raya Patriot–Pemuda Pasar Kranji Baru. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi kendaraan proyek sekaligus menjaga kelancaran proses pekerjaan konstruksi.
Pihak pengelola juga meminta kerja sama dari para pedagang dan masyarakat sekitar agar mendukung proses revitalisasi pasar yang tengah berjalan. Pembangunan ini diharapkan dapat menghadirkan fasilitas pasar yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Kami memohon bantuan dan kerja sama Bapak/Ibu pedagang demi kelancaran pembangunan Pasar Kranji Baru yang ke depannya akan menjadi pasar kebanggaan bersama,” demikian bunyi pemberitahuan yang ditandatangani Direktur Operasional PT Annisa Bintang Blitar, Javiar Ramadhan, serta diketahui oleh Pengawas Pasar Agus Sudrajat, SE.
Meski demikian, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi proyek menyoroti jarak antara kendaraan pengecoran dengan lapak pedagang yang dinilai terlalu dekat. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan potensi risiko keselamatan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.
Salah seorang warga Arifin (36) mengatakan, aktivitas pengecoran yang melibatkan kendaraan berukuran besar seharusnya memiliki ruang kerja yang cukup agar tidak mengganggu aktivitas jual beli di sekitar pasar.
“Jarak antara truk pengecoran dengan pedagang sangat dekat. Ini berisiko bagi pedagang maupun konsumen yang sedang berbelanja. Harusnya imbauan yang sudah disampaikan bisa dipatuhi agar pembeli tetap merasa aman dan nyaman,” ujarnya kepada awak media.Selasa (10/3/2026).
Warga berharap proses revitalisasi Pasar Kranji Baru tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan publik. Penataan area pedagang serta pengaturan zona kerja konstruksi dinilai perlu diperjelas agar aktivitas pembangunan tidak menimbulkan potensi bahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar. (ads)



