Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional. Seruan ini dinilai krusial untuk mendukung upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus memitigasi dampak konflik global terhadap stabilitas dalam negeri.
Nasky menilai, pesan Kapolri agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang memecah belah adalah strategi paling objektif di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini. Menurutnya, stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi prasyarat mutlak bagi Indonesia untuk bertahan dari efek domino konflik internasional.
Dampak Krisis Global bagi Masyarakat
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini menyoroti bahwa konflik di Timur Tengah serta krisis Rusia-Ukraina telah berdampak langsung pada kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok pangan, hingga inflasi global.
“Pemerintah, TNI, dan Polri tidak dapat menghadapi tantangan berlapis ini sendirian. Dukungan aktif dan tulus dari elemen masyarakat sipil (civil society) adalah bahan bakar utama yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Menjaga Soliditas Nasional sebagai Tanggung Jawab Bersama
Penulis buku Polri Presisi tersebut juga menegaskan bahwa semangat persatuan yang digelorakan Korps Bhayangkara bukan sekadar gimik, melainkan kekuatan fundamental. Menurutnya, solidaritas kebangsaan adalah kunci untuk menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Nasky, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum, sependapat dengan Kapolri bahwa meskipun Indonesia memiliki keragaman suku, agama, dan budaya, tekad untuk menjaga keutuhan NKRI harus tetap satu barisan.
“Pesan persatuan ini selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” tegasnya.
Momentum Safari Ramadan
Sebelumnya, seruan untuk menjaga persatuan ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Polda Sumatera Selatan, Palembang, Sabtu (7/3/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat merusak kerukunan bangsa.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, Nasky mengapresiasi kehadiran Polri di tengah masyarakat yang tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kerukunan demi masa depan bangsa yang lebih tangguh,” pungkasnya. (red)



