korannusantara.id, Jakarta – Ditengah gejolak perang antara Iran-Ameraka muncul berbagai isu kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu aksi panic buying di sejumlah daerah dan PT Pertamina (Persero) membuka faktanya.
Hal ini disampaikan langsung Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan telah melakukan penguatan pasokan energi menjelang periode permintaan tinggi selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
“Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak karena pasokan terus ditambah,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/26).
Lebih lanjut Baron menjelaskan bahwa Cadangan minyak nasional bertahan sampai 21 hingga 23 hari kedepan dan bahkan dibeberapa jenis bertahan hingga 35 hari.
Dihimbau warga jangan panik dan jangan ada yang sampai menimbun minyak sebab bisa pidana hingga 6 tahun penjara.
(red)



