Korannusantara.id –Jakarta, 09 Februari 2026, Lingkar Mahasiswa Nusantara Bersatu (LMNB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sebagai bentuk respons tegas atas terungkapnya skandal peredaran narkoba di Rutan Salemba.
Fakta mengejutkan ini mencuat setelah kesaksian Amar Zoni dalam persidangan yang mengungkap dugaan keterlibatan oknum petugas pemasyarakatan yang diduga memfasilitasi bahkan membekingi peredaran narkoba di balik tembok rutan.
LMNB menilai bahwa skandal tersebut bukan sekadar ulah “oknum”, melainkan menandakan kerusakan sistemik dan kegagalan total dalam manajemen, pengawasan, dan pengendalian di lingkungan pemasyarakatan.
Rutan yang seharusnya berfungsi sebagai tempat pembinaan justru berubah menjadi wilayah subur bagi transaksi ilegal, menunjukkan lemahnya integritas serta minimnya ketegasan institusi yang berada di bawah Kementerian Imipas.
Kegagalan ini, menurut LMNB, bukan kejadian tunggal atau kebetulan, tetapi merupakan kegagalan struktural yang melibatkan Kementerian Imipas, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas), hingga Kakanwil Ditjenpas DKI Jakarta. Pembiaran dan lemahnya pengawasan telah membuka ruang berkembangnya jaringan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan.
Dalam aksi tersebut, salah satu orator LMNB menyoroti aspek kemanusiaan dan dampak narkoba terhadap masyarakat:
“Berapa banyak anak muda yang hancur karena narkoba? Dan hari ini kita tahu bahwa peredaran itu difasilitasi oleh aparatur negara di tempat yang seharusnya paling ketat pengawasannya.”
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh disandera oleh mafia narkoba yang bersembunyi di balik jabatan.
Sementara itu, Ketua Presidium LMNB, Adib Alwi, menyampaikan kritik keras dalam orasinya. Ia menegaskan bahwa skandal peredaran narkoba di Rutan Salemba tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan aparat internal.
“Tidak ada kejahatan terorganisir di dalam rutan tanpa keterlibatan petugas. Ini artinya Kementerian Imipas telah kehilangan seluruh fungsi kontrol. Jika sistemnya sudah rusak sampai akar, maka pembersihan total harus dilakukan!” Ucapnya.
Adib Alwi juga mempertegas empat tuntutan utama LMNB: Mendesak Menteri Imipas, Agus Andrianto, untuk mundur dari jabatannya, Menuntut pencopotan Kakanwil Ditjen PAS DKI Jakarta, Menuntut pencopotan Karutan/Kalapas Rutan Salemba, Meminta aparat penegak hukum menangkap seluruh jaringan birokrat yang terlibat sebagai beking peredaran narkoba.
Sebagai penutup LMNB juga menegaskan bahwa perjuangan ini tidak berhenti pada aksi hari ini saja. Kami akan terus mengawal, mengawasi, dan menekan pemerintah agar tidak lagi menutup mata terhadap kerusakan sistem pemasyarakatan yang sudah berlangsung lama.
Maka Reformasi pemasyarakatan harus dimulai sekarang dan dimulai dari pembersihan total Kementerian Imipas dari oknum-oknum yang merusak integritas.



